SoftBank Gunakan Teknologi Ericsson untuk Hadirkan Cloud-Native 5G Core
SoftBank memakai tehnologi dari Ericsson untuk mendatangkan cloud-native 5G Core untuk Standalone Network mereka.

SoftBank Gunakan Teknologi Ericsson untuk Hadirkan Cloud-Native 5G Core

Posted on

SoftBank memakai tehnologi dari Ericsson untuk mendatangkan cloud-native 5G Core untuk Standalone Network mereka.

Jalan keluar tehnologi yang terbagi dalam Ericsson Cloud Packet Core, Ericsson Cloud Unified Management and Policy. Dan Ericsson NFVI itu akan berperanan penting dalam transformasi operasional SoftBank.

“Jepang ialah pasar telekomunikasi 5G terpenting serta bersama dengan Ericsson, kami sedang membuat platform pengembangan baru untuk negara ini,” tutur Keiichi Makizono, Wakil Presiden Senior, CIO SoftBank dalam info tercatat.

Lewat kerja sama baru, kata Keiichi, mereka akan “memperlebar lingkup kerja sama periode panjang serta sediakan platform bermutu tinggi serta tahan hari esok yang sangat mungkin gelombang pengembangan baru buat warga Jepang.”

Luca Orsini, Kepala Ericsson Jepang, menyebutkan cloud-native 5G Core ini tawarkan arsitektur service mikro berbasiskan container.

“Service kami akan menolong SoftBank untuk meningkatkan mode usaha baru mengarah customer, perusahaan serta partner industri dan untuk berubah ke efektivitas operasional jaringan tingkat selanjutnya,” papar Luca.

Ericsson sekarang ini mempunyai 99 kesepakatan atau kontrak 5G komersil dengan operator. Serta memberikan dukungan 54 jaringan 5G langsung di penjuru dunia.

Jalan keluar AIR dari Ericsson Mempercepat Implikasi 5G di Pita Frekwensi Sedang

Penyuplai service komunikasi sekarang ini bisa mengaplikasikan jaringan 5G di pita frekwensi sedang lebih cepat serta dalam rasio lebih luas. Hal tersebut serta dilaksanakan tanpa ada perlu meningkatkan footprint. Karena dua jalan keluar Antenna-Integrated Radio (AIR) Ericsson paling baru.

Hybrid AIR serta Interleaved AIR adalah jalan keluar termutakhir di portofolio Ericsson Radio Sistem, yang tingkatkan produk 5G perusahaan. Perusahaan asal Swedia itu pahami kekurangan ruangan fisik di sejumlah menara BTS jadi rintangan buat penyuplai service komunikasi. Yang akan lakukan ekspansi jaringan untuk mengaplikasikan 5G.

Jalan keluar AIR diklaim dapat menangani permasalahan itu. Serta sangat mungkin penyuplai service komunikasi mengurus lokasi serta menara BTS makro semakin kompleks. Selain itu, jalan keluar ini disebutkan bisa kurangi footprint serta ongkos optimisasi jaringan.

“Di sejumlah lokasi jaringan, ukuran perangkat ialah segala hal. Penyuplai service komunikasi dengan cara global seringkali mempunyai peluang terbatas dalam meningkatkan ruangan fisik yang telah sarat dengan perlengkapan jaringan. Mereka memerlukan jalan keluar yang sesuai tersedianya ruangan yang ada sekarang ini pada saat masih memberi performa mengagumkan,” tutur Per Narvinger, Head of Product Ruang Networks, Ericsson diambil dari info perusahaan, Kamis (16/7/2020).

Selain itu, kata Per, jalan keluar ini tidak mewajibkan ruangan fisik penambahan di lokasi.

“Waktu diterapkan dengan tehnologi Massive MIMO, penyuplai service komunikasi bisa menerapkan 5G di pita frekwensi sedang dengan jalan keluar baru ini yang lebih cepat serta dalam rasio lebih besar,” papar Per menerangkan.

Langkah Kerja

Gabungan tehnologi antena Kathrein Mobile Communication, Hybrid AIR serta Interleaved AIR. Bisa aktifkan 5G di pita frekwensi sedang lewat penyatuan AIR. Dengan multiband passive antenna technology pada satu bagian fisik perangkat.

Simulasi penghitungan beberapa pakar Ericsson memperlihatkan kenaikan ke Hybrid AIR atau Interleaved AIR. Dengan Massive MIMO bisa membuahkan kemampuan pita lebar mobile 7x lebih besar. Dibanding yang sekarang ini ada dari antena multiband.

Kenaikan kemampuan datang dari efektivitas spektral Frequency Seksion Duplex (FDD) yang dinaikkan, pita FDD baru, serta penambahan Massive MIMO di pita frekwensi sedang. Jalan keluar AIR baru tingkatkan kemampuan 4G.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *